Minggu, 19 Desember 2010

TUGA BAHAS INDONESIA_X.1_02_ACHMAD FAIZAL CH







Bubur Sum-Sum Kerbau

Setelah menempuh perjalanan yang berjarak 1 ½ jam dari Ibu kota Provinsi Riau, yaitu Muara Jalai, kabupaten Kampar. Saat berada disana, kita akan disuguhi pemandangan hewan mamalia berkaki 4 seperti kerbau yang memiliki peranan penting bagi masyarakat desa sini. Seperti yang dilakukan ibu Siti Roha yang setiap pagi sudah sibuk berternak kerbau. Ibu Roha setiap pagi memeras susu kerbau. Sambil diperas susunya, kerbau biasanya diberi daun jagung dan garam agar susunya menjadi gurih. Biasanya 1 ekor kerbau menghasilkan 2 liter susu setiap harinya.
Agar tetap segar, susu kerbau harus diolah terlebih dahulu. Cara pertama adalah susu kerbau disaring untuk memisahkan kotoran halus yang tak jarang tercampur disusu. Kemudian susu dituang dibilah-bilah bamboo. Bambu yang digunakan harus bamboo yang segar, karena bambu ini berperan sangat penting pada proses dan rasa susu selanjutnya. Setelah itu bambu yang sudah terisi susu ditutup rapat dengan daun pisang, kemudian didiamkan selama 1 malam/24 jam supaya mikrobakterial yang ada dibambu akan menggumpal, dan susu kerbau supaya kental seperti yoghurt (warnanya putih agak kekuningan).
Yoghurt atau orang desa ini menyebutnya selabiokabu,yoghurt ini sebenarnya bias langsung dinikmati, namun oleh ibu Rosa yoghurt kerbau istimewanya akan diolah lagi menjadi menu lezat desa sini. Bahan tambahannya sangat sederhana. Hanya parutan kelapa, dan gula aren (soko). Untuk mengolahnya, pertama membuat santan terlebih dahulu. Biasanya 1 butir kelapa untuk 3 batang fermentasi susu kerbau, kemudian irisan gula aren dicampurkan disantan sesuai dengan selera. Yang terakhir masukkan fermentasi susu kerbau yang dipotong-potong kemudian dicampur, dan jadilah sum-sum kerbau.
Selain yoghurt dibuat bubur sum-sum, ibu Roha juga menjualnya dipasar, dengan yoghurt dibambu kecil berharga Rp.2000 dan Rp.4000 dibambu besar.

Kerajinan Lilin Lebah di Gunung Sahilan Kabupaten Kampar







Didesa ini, memiliki pohon yang menjadi berkah tersendiri bagi masyarakat desa sini, karena ditempati oleh sarang lebah pohon itu bernsm pohon sialang.
Proses pengolahan madu lebah yaitu :
• Hasil unduhan lebah dari hutan diperas
• Setelah proses pemerasan, lalu dimasukkan ruas-ruas jaring lebah ke dalam drum besar
• Kemudian tumpu kayunya dinyalakan terus malam lebah itu akan melumer dan dibutuhkan waktu hingga seharian penuh untuk dijadikan bahan lebih lanjut.
Bahan pembuatan lilin lebah :
 Hasil melumeran malam lebah tadi menjadi bongkahan-bongkahan yang besar.
 Lalu bongkahan tersebut dicacah.
 Cacahan itu dilelehkan dikompor minyak lalu ditambahkan pewarna minyak pada lilin cairnya.
 Lili cair di cetak dicetakan yang sudah dilapisi dengan silicon.
 Tuangkan cairan lilin lebah panas dicetakan supaya hasilnya solid dan tidak berongnya dengan warna sesuai selera.
 Lalu diamkan selama 1 jam.
 Kalau sudah mengeras, lubangi lilin dengan sapu lidi lalu tancapkan sumbu yang sudah dilapisi lilin.
 Untuk menginginkan bentuk selanjutnya adalah dengan benang sumbu dirangkaikan dengan besi terus dicelupkan dan diangkat secara berangsur-angsur.
 Jika sudah tebal,lili lebahnya sudah jadi.
Lilin lebah memiliki kelebihan, yaitu lilin lebah tidak menghasilkan asap hitam yang menjadi pemicu adanya kanker. Dan aroma lilinnya adalah madu dengan penerangannya yang indah.






Rempeyek kepiting








Rempeyek kepiting ini berada di Pagartengah, Pekanbaru.
Bahan untuk membuatnya yaitu :
 Kepiting (dilepas cangkang atasnya)
 Lumuri dengan asam cuka agar tidak berbau amis, lalu tambahkan sedikit garam dan diuleni dengan bawang putih tumbuk supaya lebih gurih.
 Selanjutnya buat adonan tepung. Dengan bahan tepung beras dan tepung bubi.
 Sementara bumbunya terdiri dari bawang merah, bawang putih, kunyit, jahe, ketumbar, lengkuas, dan daun salam.

Langkah-langkah membuat rempeyek kepiting
Campur tepung terigu dengan telur, kemudian semua bahan dan bumbu dicampurkan, lalu goreng. Menggoreng rempeyek kepiting gampang-gampang susah, sehari bias menghabiskan 100 ekor kepiting. Karena rasanya yang enak yang berharga Rp. 3000 perbuah dapat laris manis. Ada satu makanan lagi yang nggak kalah enaknya, yaitu bakwan sanghai atau bakwan mangkok. Disebut demikian karena bentuknya yang seperti mangkok. Cara membuatnya yaitu dengan menggunakan cetakan mangkok. Adonan tepung diisi irisan kentang, wortel, dan sedikit daging cincang. Dan atasnya dikasih lagi lapisan adonan, lalu digoreng.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar